SAMARINDA – Tingginya curah hujan yang masih berlangsung pada April hingga Mei 2025. Membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir.
Hal itu disampaikan Kepala BPBD Kaltim Agus Tianur, mengingat kejadian banjir di beberapa wilayah di Kaltim dalam beberapa waktu belakangan ini. Adapun beberapa daerah yang terdampak banjir diantaranya Mahakam Ulu (Mahulu), Kutai Barat (Kubar), Kutai Timur (Kutim), Berau, serta Kota Bontang.
Agus menyebut, selain curah hujan yang tinggi, kondisi diperparah oleh naiknya pasang air laut yang menyebabkan lambatnya penurunan genangan di sejumlah kawasan terdampak.
“Air hujan yang mestinya cepat surut, justru tertahan akibat pasang laut yang cukup tinggi. Ini menjadi faktor tambahan yang memperparah situasi banjir di beberapa wilayah,” ucapnya.
Ia melanjutkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk menyiagakan tim di lapangan serta memastikan bantuan logistik dan evakuasi tersedia bagi warga yang membutuhkan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak lengah, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan bantaran sungai.
BPBD Kaltim juga mengimbau masyarakat untuk aktif memantau informasi cuaca dari sumber resmi seperti BMKG serta segera melaporkan potensi bencana kepada aparat setempat.
“Kesiapsiagaan dan kerja sama seluruh pihak sangat diperlukan agar dampak dari bencana ini bisa diminimalisir,” tutupnya. (Red)






















