NUNUKAN, teropongborneo.my.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Utara melaksanakan Seminar dan Dialog Wawasan Kebangsaan dengan mengangkat tema “ Optimalisasi Karakter dan Wawasan Kebangsaan Masyarakat Perbatasan.”
Acara Seminar dan Dialog ini dibuka oleh Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalinatan Utara Dr. Ir. H. Hermawan, M.Si mewakili Gubernur Kalimanta Utara dan dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kab. Nunukan Joko Santosa, SH mewakili Bupati Nunukan, Perwakilan Unsur FORKOPIMDA Kab. Nunukan, Pimpinan instansi Vertikal di wilayah Kab. Nunukan, Kepala OPD Kab. Nunukan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Wanita, dan Mahasiswa. Acara ini dilaksanakan di Ballroom Hotel Laura Nunukan, Kamis (02/12)
Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Utara yang disampaikan oleh Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Prov. Kalimantan Utara Dr. Ir. H. Hermawan, M.Si, Gubernur menyampaikan bahwa Provinsi Kalimantan Utara berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Negara Malaysia.
“Ini merupakan kondisi yang sangat rawan karena mudah terinflitrasi secara langsung maupun tidak langsung baik secara politik, ekonomi, sosial, maupun kultural. Dalam hal ini perlunya nilai dasar dari wawasan kebangsaan yaitu Rasa Kebangsaan yang kesadaran bangsa tumbuh secara ilmiah dari dalam diri karena adanya kebudayaan, sejarah, dan asporasi perjuangan.
Kemudian ada nilai dasar Paham Kebangsaan yang dimana paham dengan cita-cit kehidupan dan perjuangan yang menjadi ciri khas bangsa. Yang terakhir Semangat Kebangsaan Yakni tekad dari seluruh masyarakat untuk melawan segala ancaman dan dapat rela berkorban bagi kepentingan bangsa dan negara.” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemerintah terus berupaya untuk membangun wilayah perbatasan. Upaya tersebut dilakukan dengan beberapa pendekatan seperti pendekatan keamanan, pendekatan kesejahteraan dan pendekatan lingkungan.
Gubernur juga berharap agar warga yang berada di perbatasan untuk bisa tetap menumbuhkan cinta akan tanah air dengan wawasan kebangsaan.
Pada kesempatan ini, Joko Sanytosa, Kepala Kesatuan Bangsa dan politik Kab. Nunukan yang hadir mewakili Bupati Nunukan menyampaikan bahwa hari-hari belakangan ini begitu banyak isu-isu kebangsaan yang mengancam stabilitas, persaudaraan, serta rasa persatuan dan kesatuan kita sebagai sebuah bangsa.
“Makanya intoleransi antar suku dan agama, pertikaian antar kelompok, gerakan radikalisme atas nama agama, penyebaran berita hoax yang begitu masif di media sosial, serta ujaran kebencian yang dilatar belakangi oleh ketidak seimbangan politik dan ekonomi, adalah realita yang tidak boleh kita abaikan.
jika tidak disikapi secara serius dan hati – hati, bukan tidak mungkin semua masalah itu akan menjadi ”bom” yang siap meledak kapan saja, dan meluluh-lantakan semuanya.” ujarnya.
Dalam sambutan tertulisnya Bupati juga menyampaikan bahwa apa yang telah disampaikan tentunya bukan halusinasi, bukan ketakutan yang berlebihan, dan juga bukan untuk menakut-nakuti, tetapi ini realita yang harus dihadapi saat ini.
“Kita lihat di media sosial akhir – akhir ini, cacian, makian, hinaan, dan aroma permusuhan begitu jelas terbaca. komentar para tokoh yang seharusnya menyejukkan dan mendamaikan, pada kenyataannya justru lebih sering membuat gaduh daripada membuah teduh.
Media sosial kita lebih banyak diisi dengan hal – hal yang kurang mendidik, tidak produktif, bahkan cenderung provokatif. aksi – aksi pornografi, pamer kekuatan, pamer kekayaan, dan aksi – aksi individualistik yang lain, yang semua itu akan membuat gap antara satu dengan yang lain semakin lebar. Agar ancaman-ancama tadi bisa diminimalisir, maka tidak ada cara lain yaitu kita harus punya wawasan, cara pandang, yang sama dalam melihat semua ancaman itu’, tuturnya.
Diakhir sambutannya Bupati mengapresiasi kegiatan Seminar dan Dialog Wawasan Kebangsaan ini yang digelar oleh Bakesbangpol Provinsi Kalimantan Utara ini. (admin-Tim Liputan)
sumber : diskominfo.


























