BULUNGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar refleksi peningkatan dan pengembangan kompetensi guru program literasi berbasis KKG (Kelompok Kerja Guru) di Aula Disdikbud pada Senin (13/12).
Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si menyambut positif adanya refleksi maupun evaluasi untuk mengatasi terjadinya learning loss di dunia pendidikan.
Dijelaskan, learning loss pada anak didik merupakan istilah hilangnya pengetahuan dan keterampilan, baik secara umum atau spesifik, atau terjadinya kemunduran proses akademik karena faktor tertentu. Seiring terjadinya pandemi Covid-19 selama 2 tahun, faktor learning loss semakin besar terjadi meski telah ada upaya pembelajaran secara daring.
“Dan kita meski akui, sebelum pandemi, faktor learning loss ini juga dapat terjadi di dunia pendidikan,” ujar Bupati. Dilanjutkan, adanya program INOVASI (Inovasi untuk Anak Indonesia) melalui program literasi maupun KKG yang masuk di Kabupaten Bulungan sejak 2017 sangat membantu meningkatkan kompetensi para guru maupun anak didik khususnya di sekolah dasar.
“Seperti disampaikan dalam refleksi tadi, dari pengalaman salah seorang guru SD, ada muridnya yang di kelas 4 sudah bisa membaca, namun setelah di kelas 6 ternyata lupa cara membaca karena tidak sering dilatih,” ungkapnya. Bupati berharap adanya refleksi dapat meningkatkan mutu maupun kualitas pendidikan di Bulungan terutama kepada anak didik.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Utara, Dr Jarwoko, M.Pd dalam kesempatan sama menekankan, yang terpenting bagi guru atau tenaga pendidik yaitu untuk membangun perasaan atau suasana senang belajar kepada anak didik.
“Pembelajaran itu bukan semata-mata ingin menuntaskan konten atau materi pelajaran tetapi yang terpenting adalah anak-anak memperoleh pengalaman untuk mengaktifkan kemampuan berpikirnya,” tandasnya.
Selain itu pemulihan pembelajaran bukan berarti merapel atau menuntaskan materi pelajaran. Melainkan seberapa besar pengalaman yang diperoleh peserta didik dalam mengaktifkan kemampuan berpikir melalui interaksi. (admin)
sumber : pemkab.

















