SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor meminta seluruh kepala daerah untuk terus menekan tingkat kasus Covid-19 di Kaltim yang kini mulai melandai. Salah satunya dengan menerapkan larangan mudik Lebaran yang sudah diputuskan pemerintah pusat.
Diakuinya, ini kebijakan yang tak gampang karena harus berhadapan dengan tradisi masyarakat yang sudah berlangsung lama. Namun hal tersebut perlu dilakukan, jika tidak ingin kasus terkonfirmasi Covid-19 kembali naik, seperti terjadi saat libur panjang 2020 hingga awal 2021 lalu.
Sekali lagi meminta kepada masyarakat untuk membangkitkan kesadaran agar tidak melakukan perjalanan (mudik) pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).“Saya berharap kita semua tetap waspada serta patuh dan mentaati protokol kesehatan, jangan abai walaupun kondisi sudah membaik,” pesan Isran Noor.
Diakuinya, penyebaran dan penularan Covid-19 terus melandai, namun jangan sampai terjadi gelombang ke empat, seperti yang terjadi di negara Prancis, Swiss, Austria, Jerman, Belanda termasuk negara-negara Eropa Timur, sehingga negara itu melakukan lockdown.
“Menjelang Natal dan Tahun Baru, tolong usahakan para karyawan perusahan tidak mudik, ini perlu dipahami sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya gelombang keempat Covid-19 di Kaltim dan Indonesia umumnya,” tandasnya.
Mantan Bupati Kutim itu mengingatkan kesehatan adalah sangat penting, supaya semuanya dapat beraktivitas dengan baik dan tidak tertular virus corona. Caranya, selalu disiplin dan taat melaksanakan Prokes.
“Kondisi saat ini, kasus Covid terus melandai dan turun saat ini patut disyukuri. Namun penurunan jangan membuat kita abai dalam melaksanakan prokes dengan 5M, minimal memakai masker yang benar dan rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah aktivitas,” ucap Isran Noor.
Hingga 27 November 2021, berdasarkan data Tim Satgas Covid 19 Kaltim, jumlah warga yang terpapar virus corona 5 kasus positif, sehingga total menjadi 158.214 kasus. Sementara pasien sembuh dan selesai isolasi sebanyak 11 kasus, dari Kutai Timur 5 kasus, Balikpapan dan Samarinda masing-masing 2 kasus, ditambah Kutai Barat dan Kutai Kartanegara satu kasus, sehingga total menjadi 152.688 kasus. Sedangkan pasien positif Covid-19 dirawat terus berkurang, dan hari ini ada 6 kasus, sehingga tersisa 74 kasus aktif. (admin/BYG)


















