Irau ke-12 Dongkrak Ekonomi Malinau, Perputaran Uang Capai Rp7,82 Miliar

MALINAU– Pelaksanaan Festival Budaya Irau ke-12 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Kabupaten Malinau.

Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Politeknik Malinau pada 13–24 Oktober 2026, dampak positif pelaksanaan Irau terhadap pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 6,58 persen. Sementara itu, perputaran uang selama kegiatan diperkirakan mencapai Rp7,82 miliar dengan jumlah pengunjung sekitar 30.488 orang.

Hal tersebut disampaikan Bupati Malinau, Wempi W Mawa, S.E., M.H., dalam Rapat Paripurna Istimewa ke-I DPRD Kabupaten Malinau Masa Sidang III Tahun 2026, Senin (26/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau.

Bupati Wempi mengatakan, Irau kini masuk dalam agenda Kementerian Pariwisata. Jika sebelumnya digelar dua tahun sekali, pelaksanaan festival tersebut kini menjadi agenda tahunan.

Menurutnya, kegiatan Irau membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai sektor turut merasakan manfaatnya, mulai dari kuliner, penginapan, transportasi hingga jasa lainnya.

Pemerintah Kabupaten Malinau berharap dampak ekonomi dari kegiatan berskala besar juga dapat dirasakan melalui pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara yang akan berlangsung pada 10–22 November 2026. Malinau dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Bupati Wempi berharap penyelenggaraan Porprov dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Memasuki usia ke-27, Kabupaten Malinau diharapkan terus berkembang melalui kebersamaan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Bupati Wempi mengajak masyarakat untuk menjaga toleransi, memperkuat gotong royong, serta terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah meningkatkan koordinasi dan kualitas perencanaan agar program pembangunan berjalan sesuai prioritas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, masih ada sejumlah tantangan yang harus menjadi perhatian bersama, di antaranya pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, serta perluasan akses pelayanan dasar hingga ke wilayah terpencil.

“Jangan pernah lelah mencintai Malinau. Jangan pernah berhenti berkarya untuk Malinau,” pesan Bupati Wempi.

Ia berharap momentum HUT ke-27 ini menjadi penyemangat bagi seluruh masyarakat untuk terus berinovasi dan bekerja bersama dalam mewujudkan Malinau yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal. (*)