BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mendorong gerakan koperasi terus berkembang mengikuti perubahan ekonomi dan kemajuan teknologi. Koperasi diharapkan mampu menjadi wadah usaha masyarakat yang modern, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat membacakan pidato Menteri Koperasi Republik Indonesia dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026 di Gedung Kesenian Balikpapan, Sabtu (8/8/2026).
Rahmad menyampaikan, peringatan Hari Koperasi hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali peran koperasi sebagai salah satu kekuatan ekonomi berbasis masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak semata-mata diukur dari besarnya keuntungan. Koperasi juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan anggota serta memberikan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Sejalan dengan perkembangan zaman, koperasi kini dituntut memperluas jenis usaha yang dikelola. Koperasi dapat mengambil peran dalam pengembangan usaha produktif, pemasaran produk lokal hingga membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Salah satu upaya penguatan ekonomi masyarakat dilakukan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program tersebut diarahkan menjadi pusat aktivitas ekonomi di tingkat desa dan kelurahan dengan berbagai layanan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan tidak hanya menjalankan kegiatan perdagangan, tetapi juga membantu distribusi kebutuhan pokok, membuka akses pembiayaan, serta mendukung pemasaran produk yang dihasilkan masyarakat setempat.
Pengembangan koperasi juga diarahkan untuk masuk ke sektor produksi dan menjadi bagian dari penguatan ekonomi rakyat. Potensi seperti perikanan, energi terbarukan dan hilirisasi komoditas menjadi sejumlah sektor yang dapat dikembangkan melalui model usaha koperasi.
Transformasi tersebut turut membuka peluang lebih besar bagi generasi muda. Perkembangan ekonomi kreatif dan digital dapat menjadi ruang bagi koperasi untuk bergerak di bidang seperti industri kreatif, teknologi, pertanian generasi muda hingga usaha rintisan.
Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kunci agar koperasi mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Digitalisasi pembayaran, pengelolaan data, platform digital dan kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi serta kualitas layanan koperasi.
Dengan pendekatan tersebut, koperasi diharapkan dapat semakin dekat dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk pelaku UMKM, petani, nelayan dan generasi muda yang membutuhkan akses terhadap peluang ekonomi.
Meski bertransformasi menjadi lebih modern, prinsip dasar koperasi tetap harus dijaga. Tata kelola yang sehat, transparansi, partisipasi anggota dan semangat gotong royong menjadi fondasi yang tidak boleh hilang dalam proses perubahan.
Pemkot Balikpapan juga mendorong koperasi untuk meningkatkan profesionalisme dan daya saing. Koperasi tidak hanya diharapkan mampu bertahan dalam menghadapi perubahan, tetapi juga menciptakan inovasi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, peringatan Hari Koperasi ke-79 menjadi momentum untuk membangun wajah koperasi yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui penguatan kelembagaan, pemanfaatan teknologi dan keterlibatan generasi muda, koperasi diharapkan menjadi pilihan masyarakat dalam membangun usaha secara bersama. Dengan demikian, koperasi dapat terus tumbuh sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Balikpapan. *

























