Intensifkan Pengawasan, DPMPTSP Bulungan Lakukan Kunlap ke Pabrik Kelapa Sawit

BULUNGAN, teropongborneo.my.id – Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Bulungan Jahrah, DPMPTSP Bulungan melakukan kunjungan lapangan (Kunlap) dalam rangka pengawasan ke beberapa perusahaan yang ada di Bulungan.

Salah satu yang ditinjau adalah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Inti Selaras Perkasa (ISP). Pabrik ini berada di daerah Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat.

Jahrah menyampaikan, kunjungan yang dilakukan pada Sabtu (9/10/2021) ini, sehubungan dengan program Pemantauan, Pengawasan, dan Pembinaan Penanaman Modal di Kabupaten Bulungan, serta menindaklanjuti Perka BKPM RI No 7/2018 tentang Pedoman dan Tata Cara Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal dan Peraturan BKPM No 10/2020 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Penggunaan Alokasi Dana DAK Non Fisik Fasilitasi Penanaman Modal (PM) TA 2021.

Dengan menggunakan speedboat, tim bertolak dari Pelabuhan Sentosa Tanjung Selor sekira pukul 08.30 Wita. Di sepanjangan perjalanan, menikmati udara sejuk, rombongan disuguhi pemandangan ekosistem sepanjangan Sungai Kayan yang hijau. Bulungan seakan tiada habis-habisnya menyajikan alam yang benar-benar masih alami.

Sekitar 45 menit di atas speedboat, rombongan tiba di dermaga pelabuhan PKS milik PT ISP yang notabenenya merupakan anak perusahaan dari GAWI Group. Dari dermaga menuju PKS PT ISP berjarak kurang lebih 5 menit. Setibanya di PKS, rombongan disambut oleh Manager PKS PT ISP, Muhammad Syam.

Bertempat di Ruang Rapat, Kantor ISP beberapa hal yang menjadi pokok pembahasan. Salah satunya mengenai dokumen perizinan (ijin lokasi, IMB, SPPL/UKL/Amdal), Peraturan Bupati (PerBup) tentang Pendelegasian Kewenangan Penyelenggara Perizinan, lalu terkait ketenagakerjaan TKA/TKI, CSR/Kemitraan, serta Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur Penanaman Modal PMA/PMDN.

Tentu ada hal lain, yang juga menjadi dasar tinjauan lapangan oleh DPMPTSP Bulungan. “Ini kali kedua saya datang ke PKS Bulungan PT ISP. PKS Bulungan ini kan operasional-nya baru, jadi saya ingin terjun langsung melihat sejauh mana progressnya,” ungkap Kepala DPMPTSP Jahrah.

Hal lain yang dimaksud yakni terkait kendala/permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan. Baik itu dari internal teman-teman (karyawan) selama menghadapi pandemi Covid-19, maupun secara eksternal dari warga sekitar yang tinggal tidak jauh dari PKS Bulungan perihal lingkungan.

Sejauh ini, disampaikan Manajer PKS PT ISP Muhammad Syam, adanya pandemi Covid-19 tidak terlalu berdampak pada karyawan, apalagi sampai pemutusan hubungan kerja. Hanya saja memang mempengaruhi jumlah produksi, karena adanya pembatasan gerak. “Selain pembatasan gerak, adanya PPKM jam kerja karyawan juga diatur, hasilnya pasti mempengaruhi hasil produksi,” kata Syam.

PKS Bulungan sendiri perjam-nya dapat memproduksi CPO sebanyak 30 ton per Jam-Nya. Dimana, optimal sehari semalam (20 jam) dapat memproduksi 400-500 ton CPO.

Lebih jauh terkait dengan jumlah tenaga kerja, secara total jumlah karyawan di PKS PT ISP sebanyak 112 orang. Dari total tersebut, persentasenya sebanyak 95 persen adalah warga lokal. Kemudian terkait dengan kemitraan, Syam mengungkapkan pola kemitraan telah dilakukan PT ISP dengan 2 (dua) kelompok tani lokal. Yakni Kelompok Tani Glori dan Bawa Telu.

“Kita harapkan dengan dominannya tenaga kerja lokal yang ada di PT ISP, serta pola kemitraan dengan sejumlah kelompok tani dapat mengangkat ekonomi masyarakat lokal,” tuturnya.

“Atas nama perusahaan kami juga ucapkan terima kasih dan selamat datang di PKS Bulungan PT ISP. Pada intinya kami siap membantu, terkait dokumen maupun data pendukung lainnya yang memang diperlukan,” ucapnya.

Disampaikan juga, PKS Bulungan PT ISP merupakan perusahan terakhir yang dikunjungi oleh DPMPTSP Bulungan. Sebelumnya, telah dilakukan tinjauan lapangan kepada tiga perusahaan lain di wilayah Bulungan. Yakni PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) Desa Apung, Kayan Makmur Sejahtera (KMS) Desa Sajau, dan Citra Sawit Lestari (CSL) Desa Salim Batu.

Selain pengawasan, keempat perusahaan ini dipilih sebagai pilot project penerapan aplikasi KePATUHan dalam menyampaikan LKPM lewat aplikasi Sistem Pemantauan dan Pengawasan Penanaman Modal atau PATUH SIPENANAM.

Selain sudah melaksanakan LPKPM tepat waktu, diharapkan perusahaan-perusahaan ini dapat menjadi contoh/teladan untuk perusahaan lainnya dalam penyampaian LKPM. Tujuan akhir dari sistem ini tidak lain untuk mengetahui secara update realisasi penanaman modal khusus daerah Kabupaten Bulungan. (red)

sumber – dpmptsp Bulungan