BALIKPAPAN, teropongborneo.my.id – Balikpapan belum bisa PTM terbatas. Karena masih PPKM Level 4. Tapi kabar baiknya, angka positif Covid-19 melandai, dan tingkat keterisian rumah sakit turun 30 persen. Hal itu diungkap Gubernur Kaltim Isran Noor saat mengikuti video conference dengan Presiden RI Joko Widodo pada acara vaksinasi serentak pesantren dan rumah ibadah di Pondok Pesantren Syaichona Cholil, Sepinggan, Selasa (7/9).
“Balikpapan dan Kutai Kartanegara belum bisa PTM terbatas,” ungkap Isran didampingi Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak, Kasdam VI Mulawarman Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan, dan pimpinan Pesantren Syaichona Cholil.
Ia menyebut, angka terkonfirmasi positif Covid-19 dan kematian di Kaltim terus melandai. Sehingga, tersisa dua daerah yang masih berstatus PPKM Level 4. “Angka keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) juga turun sekitar 30 persen. Sudah bagus,” kata Isran.
Ada sembilan tempat di pesantren dan rumah ibadah di Kaltim yang menerima 8.350 dosis vaksin pertama. Yakni lima ponpes dan empat gereja. Untuk Ponpes Syaichona Cholil ada 1.000 dosis vaksin jenis Sinovac. Sasarannya santri, alumni pesantren, guru, ustaz, masyarakat sekitar dan masyarakat umum.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Heri Rudolf Nahak menambahkan, melandainya kasus positif Covid-19 karena tingkat kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) cukup baik. Meski begitu dia mengingatkan, masyarakat tidak boleh lengah. Karena sewaktu-waktu kasus Covid-19 bisa melonjak jika masyarakat abai dalam penerapan prokes.
Selain itu, dia juga mengapresiasi, tenaga kesehatan yang berjibaku menangani pasien Covid-19. Sehingga, jumlah pasien sembuh tinggi dan jumlah keterisian rumah sakit turun. Kegiatan itu dibuka langsung Presiden Joko Widodo di Pondok Pesantren KH Syamsuddin Ponorogo, dan tersiarkan melalui video conference dengan 211 pesantren, dan 88 rumah ibadah di seluruh Indonesia. (red-hr)

























