JAKARTA — Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo meminta pemerintah memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Ia mengingatkan, kabut asap akibat kebakaran tidak hanya berdampak pada masyarakat Indonesia, tetapi juga mulai memicu protes dari negara tetangga.
Ganjar menyampaikan hal tersebut (15/10/2026), ketika wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan. Menurutnya, perhatian pemerintah dan para pemegang otoritas politik seharusnya diarahkan pada persoalan karhutla yang belum tuntas.
“Bagaimana kalau hari ini kita konsentrasi pada asap yang sudah mulai mendapatkan protes dari (negara) tetangga. Karena penting mendapatkan perhatian dari seluruh pemegang otoritas politik,” kata Ganjar, seperti dikutip detikNews.
Ganjar juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai Indonesia semestinya mampu menangani persoalan kebakaran dan kabut asap yang dampaknya meluas hingga ke luar negeri.
“Kita malu sebagai bangsa tidak bisa membereskan ini dengan segera,” tegasnya.
Sementara itu, pemerintah telah meningkatkan upaya penanganan karhutla. Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat khusus pada 12 Oktober 2026 dan meminta optimalisasi pengerahan sumber daya untuk memadamkan kebakaran.
Berdasarkan laporan BNPB dalam rapat tersebut, kebakaran masih ditangani di enam provinsi prioritas, dengan kebakaran baru yang cukup luas ditemukan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
Kabut asap lintas batas kini menjadi persoalan yang tidak hanya menyangkut kesehatan masyarakat dan kerusakan lingkungan, tetapi juga hubungan Indonesia dengan negara tetangga.
Desakan Ganjar pun menegaskan pentingnya penanganan karhutla secara serius agar kebakaran segera terkendali dan masyarakat tidak terus menanggung dampaknya. (Rd).


























